Solok, 3 September 2026 — Dinas Pendidikan Kota Solok menyelenggarakan Training of Trainer (TOT) Pengembangan Kurikulum Muatan Lokal: Budaya dan Sastra Minangkabau bagi guru SD dan SMP se-Kota Solok.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 3–4 September 2026 tersebut bertempat di Aula SMP 2 Kota Solok. Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat kompetensi guru sekaligus mendorong pengembangan pembelajaran yang mengintegrasikan nilai-nilai budaya dan kearifan lokal Minangkabau dalam pendidikan.
Melalui kegiatan TOT ini, para guru diharapkan memperoleh pemahaman dan keterampilan yang lebih baik dalam mengembangkan kurikulum muatan lokal, khususnya yang berkaitan dengan budaya dan sastra Minangkabau. Materi tersebut diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di satuan pendidikan sehingga peserta didik semakin mengenal, memahami, dan mencintai budaya daerahnya.
Pengembangan muatan lokal juga sejalan dengan arah kebijakan pendidikan Kota Solok yang telah menempatkan pengembangan kurikulum muatan lokal pendidikan dasar sebagai bagian dari program pengembangan kurikulum.
Budaya dan sastra Minangkabau memiliki kekayaan nilai yang dapat menjadi sumber pembelajaran, mulai dari bahasa, adat istiadat, sejarah, kesenian, tradisi, hingga nilai-nilai kehidupan yang terkandung dalam berbagai karya sastra dan kearifan lokal.
Melalui penguatan muatan lokal tersebut, pendidikan tidak hanya berorientasi pada peningkatan kompetensi akademik, tetapi juga diharapkan mampu membentuk generasi yang berkarakter, memiliki jati diri, serta memahami dan melestarikan budaya daerah.
Dinas Pendidikan Kota Solok terus mendorong agar pendidikan menjadi sarana untuk menjaga warisan budaya sekaligus mempersiapkan generasi muda menghadapi perkembangan zaman. Upaya pelestarian budaya melalui pendidikan juga memiliki relevansi dengan berbagai program pelestarian budaya lokal di Kota Solok.
Kegiatan TOT ini diharapkan menjadi langkah awal untuk memperkuat implementasi kurikulum muatan lokal di sekolah-sekolah, sehingga budaya dan sastra Minangkabau semakin dekat dengan peserta didik dan tetap hidup di tengah perkembangan pendidikan modern.